HMI MPO Madina Mengadakan Halal Bihalal Bersama Alumni

SHARE

Madina, Sumutkita.com – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI~MPO) Cabang Madina bersama para alumni HMI menyelenggarakan Kegiatan Halal bihalal yang dilaksanakan pada Minggu (21/4/2024).

Acara yang dilaksanakan di Rumah Senior yang bertempat di desa Parbagunan, dihadiri oleh kader~kader dan alumni HMI Madina.

Kegiatan ini yang mengusung Tema “Mempererat Silaturahmi, mengoptimalkan peran kader”. Dalam pembuka Abdul Majid selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa acara ini dibuat untuk menyambung kembali silaturahmi setelah bulan Ramadhan, dimana pada momen bulan Syawal mari kembali menyucikan diri dengan saling memaafkan.

Muhammad Zulfahri selaku Ketua Umum HMI-MPO Cabang Madina menyampaikan bahwa selain sebagai sarana bersilaturahmi dan saling memaafkan acara ini juga menjadi introspeksi bagi HMI-MPO setelah satu tahun lamanya berdiri di Mandailing Natal.

Baca juga:  Bakamla RI Menggelar ASEAN Coast Guard Forum 2023 di Jakarta

Dengan hadirnya para Alumni HMI dalam acara ini serta arahan dan nasehat yang diberikan semoga menjadikan HMI-MPO lebih baik kedepannya.

Rahmad Daulay selaku Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) dalam sambutannya memberikan renungan kepada adek-adek pengurus serta kader HMI bahwa ketika kita kembali kepada sejarah bahwa HMI telah berdiri lebih dari 70 tahun dan telah banyak kontribusi yang diberikan untuk bangsa indonesia, tentunya tantangan yang dihadapi tiap generasi.

HMI akan berbeda-beda, misalnya di generasi awal HMI dihadapkan dengan tantangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi militer Belanda dengan banyak sekali kader HMI menjadi tentara.

Baca juga:  CSR Pulau Cahaya Terang Bantu Korban Kebakaran di Batam

Di generasi kedua HMI dihadapi dengan tantangan intelektual, sehingga menuntut kader HMI meningkatkan literasi dan wawasan yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh cendekiawan muslim seperti Nurcholis Madjid dan kawan-kawan.

Di generasi kedua ini dikemas format perkaderan yang mengedepankan intelektualitas yang sampai saat ini masih dipakai.

Sementara hari ini tantangannya sudah berbeda dimana bukan hanya menyangkut intelektualitas tapi tantangan profesi dan keahlian, jadi perlu rasanya format perkaderan dikaji kembali, bukan untuk menghapuskan format yang lama tetapi untuk memperkaya format perkaderan HMI sehingga HMI menjadi lebih baik ke depan nya.

SHARE

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*